Tel. +6221-4212057 dan +6221-4229857
home | cara pesan
  cari buku      
Bookmark and Share      mailing list       

 
1 Kamus Rusia-Indonesia #...
  Victor P
2 50 Variasi Menu...
  Linda Carolina B.
3 Lebanon Pra -dan...
  Mayor Ari Yulianto
4 25 Resep Kue...
  Dapur Anissa
5 26 Resep Cupcake...
  Dapur Kirana
6 26 Resep Cupcake...
  Dapur Kirana
7 Cara Gampang Mengelola...
  Indrasto Budisantoso
8 Warisan Sang Raja...
  Jim Stovall
9 Rahasia Sukses Berkarier...
  Aretha Aprilia, ST,...
10 Kumpulan Budak Setan
  Eka Kurniawan




   
• agama islam
• akuntansi / ekonomi
• arsitek / properti
• bahasa / kamus
• biografi / memoar
• bisnis / manajemen
• buku anak / balita
• busana / kecantikan
• fiksi dewasa populer
• fiksi remaja populer
• hobby / ketrampilan
• hukum / regulasi
• kajian budaya / filsafat
• kajian kritis islami
• kebangsaan Indonesia
• kesehatan / olah raga
• keuangan pribadi
• komik / grafik novel
• komputer / internet
• komunikasi
• parenting
• peta/atlas
• politik
• psikologi
• reportase
• resep masakan
• sastra indonesia
• sastra mancanegara
• sejarah
• spiritualitas populer
• wirausaha


 


  Untitled Document  


X01ALIA01


Matahari Merah Bulan Mei
by  Ali Akbar , ----------- , 249 halaman
Harga:  Rp 40.000 :: Rp 34.000 ::
Hemat:  Rp 6.000 (15,00%)

Andreans terdiam, mukanya pucat, dan gerahamnya bergerak sendiri karena ketakutan. Itu akibat pernyataan sikap organisasinya yang dibacakan oleh sembilan orang pimpinan pada tanggal 22 Januari 1998.
Tuntutannya jelas: Soeharto mundur! Meminta Presiden Soeharto mundur adalah tindakan bunuh diri. Sudah banyak aktivis yang ditangkap, dipenjarakan, atau hilang. Esoknya, ia dan pimpinan organisasi mahasiswa bertekat bulat: tidak ada kata mundur. Reformasi atau mati! Mulailah mahasiswa menghimpun massa dan mengajak demonstrasi turun ke jalan. Aksi ini tentu saja di bawah bayang-bayang skorsing dan ancaman drop out dari pihak kampus. Tapi, sekali layar terkembang, pantang surut ke belakang!

Untuk memperbesar jumlah massa dirancanglah aksi bersama antara UNAS, ISTN, Universitas Pancasila, IISIP, UI, Univesitas Jayabaya, dan Universitas Gunadarma. Bentrokan di Universitas Gunadarma tidak terhindarkan saat aksi gabungan dilakukan di Jalan Akses UI. Pentungan aparat dan gas air mata membuat kocar-kacir demonstran dan meninggalkan luka yang tidak sedikit.

Namun aksi mahasiswa terus membesar karena kehidupan rakyat semakin sulit. Yeni seorang dara dari Indramayu rela meninggalkan kampung halamannya untuk tinggal di penampungan TKW di Bekasi. Selama menunggu pemberangkatan yang tak pasti, ia dipaksa oleh perusahaan penampungnya untuk menjadi seorang wanita penjaja di warung remang-remang di Ujung Aspal. Saepul, serang petani pengarap mencoba mencari peruntungan di Jakarta dan menunggu di depan Taman Makam Pahlawan Kalibata sebagai tukang cangkul. Ia setengah berharap agar ada proyek yang berjalan atau setidaknya ada yang minta dibuatkan lubang septiktank. Marno, seorang terpidana mati yang lari dari penjara militer di Kelapa Dua Depok harus menjadi pembunuh bayaran untuk menyambung hidup. Mpok, seorang pembantu rumah tangga dengan membuang rasa malu meminjam uang ke majikannya untuk membeli gerobak untuk Husin—anaknya yang menjadi kuli angkut sayuran di Pasar Minggu.


Demonstrasi mahasiswa tanggal 2 Mei 1998 merupakan aksi dengan jumlah massa yang sangat besar. Begitu pula di Kampus UI Salemba yang kedatangan mahasiswa dari ABA ABI, IAIN, IKIP, IKJ, YAI, dan lainnya.
Pada tanggal 12 Mei 1998 terjadi pertumpahan darah saat aksi mahasiswa Universitas Trisakti ditanggapi dengan hamburan peluru oleh aparat... dan korban pun jatuh. Peristiwa itu berbuntut pada kemarahan, kerusuhan, dan pembakaran. Demi bakti pada ibunya, tanggal 14 Mei 1998 Husin nekat ikut menjarah mall meski harus beradu nyawa. Andeans pun shock saat mengetahui Mei, mahasiswi keturunan Cina yang didambanya, bajunya terkoyak-koyak. Demonstran mulai menduduki Gedung MPR/DPR. Beberapa tokoh, semisal Amien Rais dan Sultan Hamengku Buwono X turut meneriakkan reformasi. Demonstrasi mencapai puncaknya saat Presiden Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998 menyatakan berhenti.

Bagaimana nasib Andreans dan sembilan rekannya pasca-reformasi? Bertahun-tahun kemudian, masihkah mereka setia pada cita-cita reformasi total yang mereka usung? Bagaimana nasib penyelesaian kasus-kasus 13–15 Mei 1998? Bagaimana nasib tokoh-tokoh seperti Marno, Yeni, Mpok, dan lainnya? Dapatkah mereka keluar dari krisis ekonomi yang dapat meruntuhkan moral mereka?


 
Penyiapan Kuitansi
Keranjang Anda kosong
 
Hubungi kami ...
Nama
Email

best seller / top ten of this week
1 Matahari Merah Bulan Mei
Ali Akbar
Footnote
 
© iniBuku.com (2002)
Webmaster : webmaster@inibuku.com
Search Engine Optimization