Tel. +6221-4212057 dan +6221-4229857
home | cara pesan
  cari buku      
Bookmark and Share      mailing list       

 
1 Kamus Rusia-Indonesia #...
  Victor P
2 50 Variasi Menu...
  Linda Carolina B.
3 Lebanon Pra -dan...
  Mayor Ari Yulianto
4 25 Resep Kue...
  Dapur Anissa
5 26 Resep Cupcake...
  Dapur Kirana
6 26 Resep Cupcake...
  Dapur Kirana
7 Cara Gampang Mengelola...
  Indrasto Budisantoso
8 Warisan Sang Raja...
  Jim Stovall
9 Rahasia Sukses Berkarier...
  Aretha Aprilia, ST,...
10 Kumpulan Budak Setan
  Eka Kurniawan




   
• agama islam
• akuntansi / ekonomi
• arsitek / properti
• bahasa / kamus
• biografi / memoar
• bisnis / manajemen
• buku anak / balita
• busana / kecantikan
• fiksi dewasa populer
• fiksi remaja populer
• hobby / ketrampilan
• hukum / regulasi
• kajian budaya / filsafat
• kajian kritis islami
• kebangsaan Indonesia
• kesehatan / olah raga
• keuangan pribadi
• komik / grafik novel
• komputer / internet
• komunikasi
• parenting
• peta/atlas
• politik
• psikologi
• reportase
• resep masakan
• sastra indonesia
• sastra mancanegara
• sejarah
• spiritualitas populer
• wirausaha


 


  Untitled Document  


B01IBEA01


A Long Way Gone (Memoar Seorang Tentara Anak-anak)
by  Ishmael Beah, Bentang Pustaka, 326 halaman
Harga:  Rp 44.900 :: Rp 38.165 ::
Hemat:  Rp 6.735 (15,00%)

Di dalam lebih dari 50 konflik penuh kekerasan di dunia ini, diperkirakan ada 300 000 personel tentara anak-anak. Ishmael Beah adalah salah satunya. Dia terpaksa menjadi seorang tentara anak-anak karena perang saudara di negerinya, Sierra Leone, telah merenggut keluarganya. Pilihannya hanya ada dua: menjadi tentara salah satu pihak, atau mati.

Seperti apakah perang di mata para tentara anak-anak? Bagaimana anak-anak bisa berubah menjadi seorang pembunuh? Bagaimana pula mereka bisa berhenti membunuh dan kembali menjadi warga sipil? Tentara anak-anak sudah ditulis profilnya oleh para jurnalis, namun hanya sedikit yang berada di dalam neraka itu dan berhasil keluar dengan selamat untuk kemudian menceritakannya kepada dunia. Ishmael Beah menuliskannya untuk Anda.

“Memoar ini ditakdirkan untuk menjadi catatan klasik tentang perang dari orang pertama ….”
—Publishers Weekly

“Ditulis dalam bentuk percakapan, gaya yang mudah dicerna.”
—School Library Journal

“Kita harus membacanya untuk belajar tentang dunia dan arti manusia.”
—Washington Post

“Karya yang mencabik-cabik hati.”
—Melissa Fay Greene, Elle Magazine

“Berbicara dengan cara yang berbeda.”
—The Wall Street Journal

Ismael Beah menjadi tentara anak-anak pada umur 12 tahun. Dia direkrut oleh pasukan pemerintah Sierra Leone untuk melawan pasukan pemberontak. Bersama anak-anak lain, Beah dididik menjadi mesin pembunuh tanpa rasa takut. Mereka dilatih membunuh tawanan tanpa mengenal belas kasihan. Untuk meningkatkan keberanian dan kekuatan, mereka dijejali dengan berbagai macam narkoba, seperti amphetamine, mariyuana, dan campuran kokain dengan bubuk mesiu yang dikenal dengan nama brown brown. Setelah mengisap brown-brown, anak-anak ini berubah menjadi pembantai yang kejam dan mampu tidak tidur hingga berhari-hari.

Bagi anak-anak ini, kekacauan akibat perang saudara di negeri itu menjadikan mereka berada di posisi sulit. Setelah orangtua dan tetangga mereka dibantai, kampung halaman mereka dibumihanguskan, pilihannya hanya ada dua. Masuk ke dalam salah satu kelompok pasukan atau mati dibunuh salah satu dari mereka.

Inilah kisah seorang anak yang kehilangan masa kanak-kanaknya, kemudian BERHASIL mendapatkannya kembali.

“Berhasil menyampaikan pengalaman-pengalaman mengerikannya.”
—Kirkus Reviews

“Luar biasa …. Kisah yang kejam tentang mengubah anak-anak biasa menjadi pembunuh profesional.”
—The Guardian UK

"A Long Way Gone merupakan salah satu kisah perang paling penting generasi kita. Mempersenjatai anak-anak merupakan kejahatan terbesar dunia modern …. Ishmael Beah tidak hanya berhasil lolos dari kekacauan, juga menjadi juru kisah yang paling mengesankan.”
—Sebastian Junger, penulis A Death in Belmont dan A Perfect Storm

"Ishmael Beah menggambarkan kisahnya dengan tenang dan bahasa yang tak terlupakan.”
—Steve Coll, penulis Ghost Wars: The Secret History of the CIA, Afghanistan, dan Bin Laden, from the Soviet Invasion to September 10, 2001, winner of the 2005 Pulitzer Prize untuk Nonfiction

"Kisah yang indah dan memikat. Akan membuat Anda menahan napas."
—Walter Isaacson, penulis Benjamin Franklin: An American Life

“Kisah Ishmael Beah mencabik hati Anda hingga berkeping-keping kemudian menyatukannya kembali.”
—Jeannette Walls, penulis The Glass Castle: A Memoir

“Buku tentang tentara anak-anak yang membunuh tentara lainnya memiliki efek yang sangat kuat."
—Bookmarks Magazine

“Beah adalah seorang penulis yang berbakat. Membaca memoarnya, anda akan merasakan kengerian.”
— Newsweek.com

“Kisah Beah, dengan cara bertutur jernih dan sesekali terpelajar—ketika dia menari rap, makan kelapa, ataupun berlari ke desa tempat keluarganya terjebak—menuntut untuk dibaca.”
—People Magazine

“Berhasil mencabik-cabik hati.”
—Melissa Fay Greene, Elle Magazine

“Membawa kita ke dalam kehidupan ribuan anak-anak yang berubah oleh perang.”
—Minneapolis Star Tribune

“Bila Anda membaca memoarnya yang memesona ini, Anda akan merasa ngeri pula. Sukar untuk dibantah kenyataan bahwa dia telah menulis kisah petualangannya yang tak terlupakan ini.”
—Philadelphia Inquirer


 
Penyiapan Kuitansi
Keranjang Anda kosong
 
Hubungi kami ...
Nama
Email

best seller / top ten of this week
1 A Long Way Gone (Memoar Seorang Tentara Anak-anak)
Ishmael Beah
Footnote
 
© iniBuku.com (2002)
Webmaster : webmaster@inibuku.com
Search Engine Optimization