Dalam buku ini, Gus Dur tampaknya hendak mengatakan bahwa berbagai peristiwa sosial, politik, dan budaya yang menyisakan konflik harus didekati dengan kaca mata sosiologis dan pengertian yang bijak. Bukan malah memposisikan agama sebagai alternative yang justru akan melemahkan fungsi agama dalam ranah sosial. Islam haruslah tetap berperan dalam penegakan masalah-masalah kemanusiaan. Islam pernah mencapai titik tertinggi dalam peradaban manusia, justru ketika ia memberikan kebebasan kepada semua orang untuk berekspresi dan berkreasi. Hanya dengan cara yang sama, menulis atau beragumentasi, orang boleh berbeda tapi tidak boleh dengan kekerasan apalagi penindasan.