Tel. +6221-4212057 dan +6221-4229857
Follow inibuku on Twitter   home | cara pesan
  cari buku      
Bookmark and Share      mailing list       

 
1 Humor Dokter Hewan:...
  Peral
2 Humor Dokter Hewan:...
  Peral
3 Humor Dokter: Pasien...
  Belom
4 Komik 60 Detik:...
  Cornerstone
5 Permulaan Sains Modern
  Go Yun Gon...
6 Ten Ten Series:...
  Choi Dong In
7 Why? Ancient Civilization...
  Om Heo Yeon
8 Hey Entrepreneur! All...
  Gregorius Agung P
9 Buku Pintar Fotografi:...
  Riana Ambarsari
10 Pre-Wedding Photography Handbook
  Jubilee Enterprise &...



   


 



  Untitled Document




Dalam Mihrab Cinta ( Novelet Pembangun Jiwa )
by  Habiburrahman El Shirazy, Republika
Harga:  Rp 57.000 :: Rp 48.450 ::
Hemat:  Rp 8.550 (15,00%)
Kategori: 
Ketersediaan:  stok tersedia di penerbit

Siang itu Pesantren Al Furqon yang terletak di daerah Pagum Kediri, Jawa Timur geger. Pengurus Bagian Keamanan menyeret seorang santri yang diyakini mencuri. Santri itu mengaduh dan minta ampun.
"Ampun, tolong jangan pukul saya. Saya tidak mencuri" Santri yang mukanya sudah berdarah-darah itu mengiba.

"Ayo mengaku. Kalau tidak kupecahkan kepalamu !" Teriak seorang santri berkopiah hitam dengan wajah sangat geram.

"Sungguh, bukan saya pelakunya." Si Rambut Gondrong itu tetap tidak mau mengaku.Serta merta dua bogem melayang ke wajahnya." Nih rasain pencuri !" teriak Ketua Bagian Keamanan yang turut melayangkan pukulan. Si Rambut Gondrong mengaduh lalu pingsan.
Menjelang Ashar, Si Rambut Gondrong siuman. Ia dikunci di gudang pesantren yang dijaga beberapa santri. Kedua tangan dan kakinya terikat. Airmatanta meleleh.Ia meratapi nasibnya. Seluruh tubuhnya sakit.Ia merasa kematian telah berada di depan mata.

Di luar gudang para santri ramai berkumpul. Mereka meneriakkan kemarahan dan kegeraman.
"Maling jangan diberi ampun !"
"Hajar saja maling gondrong itu sampai mampus !"
"Wong maling kok ngaku-ngaku santri. Ini kurang ajar. Tak bisa diampuni !"

Ia menangis mendengar semua itu. Sepuluh menit kemudian pintu gudang terbuka. Ia sangat ketakutan. Tanpa ia sadari ia kencing di celana karena saking takutnya. Para santri yang didera kemarahan meluap hendak menerobos masuk. Tapi lurah Pondok menahan mereka dengan sekuat tenaga.Pak Kiai, pengasuh pesantren masuk dengan wajah dingin.


       
R05HSHI06

 
Penyiapan Kuitansi
Keranjang Anda kosong
 
Hubungi kami ...
Nama
Email

best seller / top ten of this week
1 Bumi Cinta
Habiburrahman El Shirazy
2 Ketika Cinta Bertasbih 2
Habiburrahman El Shirazy
3 Dalam Mihrab Cinta ( Novelet Pembangun Jiwa )
Habiburrahman El Shirazy
4 Ketika Cinta Bertasbih (Dwilogi Pembangun Jiwa)
Habiburrahman El Shirazy
5 Ayat-ayat Cinta (Hard Cover)
Habiburrahman El Shirazy
6 Di Atas Sajadah Cinta
Habiburrahman El Shirazy
7 Ayat-ayat Cinta
Habiburrahman El Shirazy
8 Pudarnya Pesona Cleopatra
Habiburrahman El Shirazy

Footnote
 
© iniBuku.com (2002)
Webmaster : webmaster@inibuku.com
Search Engine Optimization