Sebuah novel berlatar sejarah tentang perbudakan di Bali, pulau surga, tempat dewata bersemayam. Di sini peperangan lebih ditujukan untuk memperebutkan penduduk. Mereka yang takluk diperlakukan sebagai komoditi. Laku dijual. Dijadikan hadiah. Pembayar utang. Tanda terima kasih. Belum pernah terjadi kemakmuran dan limpahan harta melebihi hasil perdagangan budak. Para budak yang kebanyakan sudra menerima status mereka sebagai sebuah nasib. Bagi kawula, nasib sudah ditentukan dari atas. Karmapala. Hasil perbuatan masa lalu. Orang-orang jahat cuma menerima akibat perbuatan mereka.